Bondowoso – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui program UNESA Mengabdi kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas kelembagaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Mengusung tema “Satukan Langkah Menuju Bondowoso Berkah”, UNESA menyelenggarakan kegiatan Penguatan Tata Kelola dan Analisis Bisnis Koperasi Desa Merah Putih pada Sabtu, 1 Agustus 2026, bertempat di Pendopo Bupati Bondowoso.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 37 pengurus Koperasi Desa Merah Putih yang mewakili seluruh kecamatan di Kabupaten Bondowoso. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya membangun koperasi desa yang profesional, adaptif, dan berdaya saing sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bondowoso bersama Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso. Dalam sambutannya, keduanya menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan para pengelola koperasi dalam mewujudkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai instrumen penguatan ekonomi desa sekaligus pilar pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Sebagai narasumber pertama, Dr. Mufarrihul Hazin, Kepala Pusat Pengembangan Pedesaan, Kawasan, dan Energi Terbarukan (Pusbangdesda) LPPM UNESA, menyampaikan materi mengenai penguatan tata kelola koperasi. Menurutnya, koperasi yang sehat harus dibangun di atas fondasi tata kelola yang transparan, akuntabel, profesional, dan partisipatif.

Ia menjelaskan bahwa pengurus koperasi dituntut memiliki kapasitas kepemimpinan, kemampuan menyusun perencanaan strategis, tata kelola administrasi yang tertib, sistem pengawasan yang efektif, serta budaya organisasi yang berorientasi pada pelayanan kepada anggota.
“Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa. Keberhasilannya tidak hanya diukur dari besarnya aset, tetapi juga dari kualitas tata kelola, integritas pengurus, dan kemampuannya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Dr. Mufarrihul Hazin.
Sementara itu, narasumber kedua, Wahyu Ariyanto, Pakar Ekonomi dan Bisnis UNESA, memberikan penguatan mengenai analisis bisnis koperasi. Ia mengajak seluruh peserta memahami pentingnya penyusunan model bisnis yang berbasis pada potensi unggulan masing-masing desa.
Menurutnya, koperasi perlu mampu melakukan pemetaan potensi ekonomi lokal, analisis kebutuhan pasar, studi kelayakan usaha, hingga penyusunan strategi pemasaran agar unit usaha yang dijalankan benar-benar memberikan nilai tambah bagi anggota dan masyarakat.
“Koperasi tidak cukup hanya memiliki semangat kebersamaan. Koperasi harus dikelola dengan pendekatan bisnis yang profesional, berbasis data, memahami kebutuhan pasar, dan mampu membaca peluang ekonomi desa sehingga dapat tumbuh secara berkelanjutan,” jelas Wahyu Ariyanto.
Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi kelompok, studi kasus, dan sesi tanya jawab. Para peserta berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan koperasi, mulai dari aspek kelembagaan, pengembangan unit usaha, tata kelola keuangan, hingga strategi memperluas jejaring kemitraan.
Antusiasme peserta menunjukkan besarnya semangat pengurus koperasi untuk terus meningkatkan kapasitas dalam mengelola organisasi secara profesional. Kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan pengurus koperasi yang memiliki kompetensi manajerial sekaligus kemampuan menyusun strategi bisnis yang sesuai dengan karakteristik dan potensi desa masing-masing.
Melalui kegiatan ini, UNESA menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui pengabdian. Sinergi antara UNESA, Pemerintah Kabupaten Bondowoso, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu mempercepat terwujudnya koperasi desa yang tangguh, mandiri, dan menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi lokal dalam mewujudkan Bondowoso Berkah.
