YOGYAKARTA — Kebakaran melanda Toko Hamzah Batik yang berada di kawasan Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Senin (28/9/2026) dini hari. Kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 WIB dan menghanguskan bagian atas bangunan toko yang berada tidak jauh dari Teras Malioboro. Peristiwa tersebut sempat menarik perhatian warga dan pengguna jalan karena kobaran api terlihat dari bagian atas bangunan.
Menurut keterangan kepolisian, api diduga pertama kali muncul dari ruang dapur di lantai tiga. Saat kejadian, terdapat saksi yang sedang melakukan perbaikan di kamar mandi lantai tiga. Saksi kemudian mendengar suara letupan dari arah atas bangunan dan setelah diperiksa melihat api telah muncul di area dapur. Upaya awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dilakukan, tetapi api terus membesar sehingga petugas pemadam kebakaran kemudian dipanggil ke lokasi.
Petugas Kerahkan Belasan Armada
Untuk mengendalikan kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta mengerahkan sejumlah armada. Penanganan juga mendapat dukungan dari beberapa unsur lain, termasuk pemadam kebakaran dari wilayah sekitar, kepolisian, TNI, dan relawan. Salah satu laporan menyebut total 12 unit mobil pemadam dikerahkan, ditambah dukungan water cannon milik Polresta Yogyakarta dan kendaraan pemadam milik TNI.
Petugas bekerja selama beberapa jam hingga akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.45 WIB. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Polisi kemudian memasang garis pembatas di sekitar lokasi untuk menjaga keamanan sekaligus mempertahankan kondisi tempat kejadian perkara agar dapat dilakukan penyelidikan.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga perkembangan terbaru pada 1 Oktober 2026, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Polresta Yogyakarta telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengambil sejumlah sampel dari lokasi untuk diperiksa lebih lanjut. Tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah juga dilibatkan dalam proses penyelidikan untuk mengetahui sumber dan penyebab kebakaran.
Sebelumnya, muncul dugaan awal mengenai kemungkinan gangguan listrik, tetapi dugaan tersebut belum dapat dinyatakan sebagai penyebab resmi. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium serta mengumpulkan keterangan dari para saksi. Total kerugian akibat kebakaran juga masih dalam proses pendataan
Tidak Ada Korban Jiwa
Dalam peristiwa tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pengamanan di sekitar lokasi karena bangunan yang mengalami kebakaran masih berpotensi membahayakan masyarakat. Aktivitas di kawasan Malioboro juga menjadi perhatian agar pengunjung tidak mendekati area yang telah dipasangi garis polisi.
Kebakaran Hamzah Batik kemudian mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah DIY. Pada 1 Oktober 2026, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan pentingnya setiap toko di kawasan Malioboro memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan memperhatikan aspek keselamatan kebakaran.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena Malioboro merupakan salah satu pusat aktivitas wisata dan perdagangan di Yogyakarta. Selain berdampak terhadap operasional Hamzah Batik yang ditutup sementara, kejadian tersebut juga kembali menyoroti pentingnya kesiapsiagaan terhadap risiko kebakaran pada bangunan usaha di kawasan wisata yang ramai dikunjungi masyarakat.
