Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Mereka diketahui berada dalam satu rombongan bersama tiga awak kapal menggunakan speedboat ketika menuju kawasan sekitar gunung api tersebut. Hingga kini, keberadaan seluruh rombongan masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Operasi pencarian dilakukan setelah tim menerima laporan mengenai hilangnya kontak dengan rombongan jurnalis tersebut. Pencarian kemudian dilakukan dengan menyisir sejumlah wilayah perairan di sekitar Selat Sunda dan kawasan Gunung Anak Krakatau.
Tim SAR terus memperluas area pencarian seiring belum ditemukannya rombongan. Sejumlah armada dikerahkan untuk melakukan penyisiran, sementara pencarian juga mendapat dukungan dari unsur terkait. Perkembangan terbaru menunjukkan pencarian telah memasuki hari keempat.
Dalam proses pencarian, tim juga menemukan sebuah life jacket di perairan Selat Sunda. Namun, pihak berwenang belum dapat memastikan apakah pelampung tersebut berkaitan dengan rombongan jurnalis yang hilang kontak. Karena itu, proses pencarian dan verifikasi terhadap setiap temuan masih terus dilakukan.
Bagi para jurnalis, perjalanan menuju lokasi bencana merupakan bagian dari upaya menghadirkan informasi langsung kepada masyarakat. Namun, di tengah pencarian yang masih berlangsung, tugas peliputan itu kini berubah menjadi harapan agar kelima jurnalis dan tiga orang lainnya segera ditemukan.
Gunung Anak Krakatau sendiri sebelumnya mengalami peningkatan aktivitas erupsi pada awal September 2026. Aktivitas erupsi menerus tersebut kemudian dilaporkan berhenti pada 7 September, meskipun status gunung api masih berada pada level Siaga.
Tim SAR mengimbau masyarakat maupun pihak lain yang ingin membantu pencarian agar tetap mengikuti prosedur keselamatan dan arahan petugas. Hingga pencarian membuahkan hasil, perhatian dan dukungan terus diberikan kepada lima jurnalis serta tiga awak kapal yang masih belum diketahui keberadaannya.
