Pasuruan — Semangat mahasiswa untuk terus meningkatkan kapasitas diri di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mendapat perhatian dalam Seminar Nasional dan Motivasi Kemahasiswaan NGIDAM (Ngaji Dunia Mahasiswa) 2026 yang digelar di Gedung PCNU Kabupaten Pasuruan, Minggu, 27 September 2026.
Kegiatan yang mengangkat tema pengembangan kemampuan mahasiswa dalam pembuatan makalah, pembuatan presentasi PowerPoint, serta pemanfaatan AI tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, salah satunya Dr. Mufarrihul Hazin, M.Pd., akademisi sekaligus tokoh muda yang aktif dalam pengembangan pendidikan dan organisasi kepemudaan.
Dalam forum tersebut, Dr. Mufarrihul Hazin memberikan perspektif mengenai pentingnya mahasiswa memiliki kemampuan akademik, keterampilan digital, sekaligus karakter yang kuat untuk menghadapi perubahan zaman.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik yang diperoleh di ruang kuliah. Perkembangan teknologi, khususnya AI, harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempercepat proses belajar dan meningkatkan produktivitas.
“Mahasiswa hari ini harus berani melakukan upgrade diri. Dunia berubah sangat cepat. Karena itu, mahasiswa harus memiliki kemampuan belajar, berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak,” ujar Dr. Mufarrihul Hazin.
AI Bukan Pengganti Mahasiswa, tetapi Alat untuk Berkembang
Dr. Mufarrihul Hazin juga menekankan bahwa kehadiran AI semestinya tidak membuat mahasiswa kehilangan tradisi berpikir dan belajar.
AI, menurutnya, dapat digunakan untuk membantu mahasiswa mencari referensi awal, menyusun ide, mengembangkan kerangka tulisan, memperbaiki presentasi, hingga meningkatkan produktivitas akademik. Namun, mahasiswa tetap harus memiliki kemampuan untuk memverifikasi informasi, berpikir kritis, dan menghasilkan gagasan orisinal.
“Jangan sampai AI membuat mahasiswa berhenti berpikir. Justru AI harus menjadi alat yang membantu mahasiswa berpikir lebih cepat, bekerja lebih produktif, dan menghasilkan karya yang lebih baik,” tegasnya.
Ia mengajak mahasiswa untuk tidak menjadi sekadar pengguna teknologi, tetapi menjadi generasi yang mampu menguasai teknologi sekaligus menjaga integritas akademik dan nilai-nilai kemanusiaan.

Mahasiswa Harus Punya Mental Pembelajar
Dalam sesi motivasi, Dr. Mufarrihul Hazin juga mendorong mahasiswa untuk membangun mental pembelajar sepanjang hayat.
Menurutnya, tantangan mahasiswa ke depan bukan hanya persoalan mendapatkan nilai akademik yang baik, tetapi bagaimana mereka mampu mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, masyarakat, dan perubahan global.
“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang hadir di kelas, mengerjakan tugas, lalu selesai. Jadilah mahasiswa yang punya karya, punya gagasan, punya jejaring, dan punya kontribusi,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya mahasiswa membangun personal branding, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, literasi digital, serta pengalaman organisasi sejak masih berada di bangku kuliah.
NGIDAM 2026 Jadi Ruang Penguatan Kapasitas Mahasiswa
NGIDAM 2026 sendiri menjadi ruang pertemuan mahasiswa untuk mendapatkan wawasan, motivasi, dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Kegiatan tersebut menghadirkan Fahimatul Ulya, S.Si., M. Biotech, Dr. Rani Darmayanti, M.Pd., Kharisma Nanda Zenmira, S.Pd., M.Sn., serta Dr. Mufarrihul Hazin, M.Pd. sebagai narasumber.
Kehadiran para narasumber dari latar belakang akademik dan kepemudaan memberikan warna tersendiri dalam kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa tersebut.
Bagi Dr. Mufarrihul Hazin, forum seperti NGIDAM memiliki arti penting karena mahasiswa membutuhkan ruang untuk belajar, berdiskusi, membangun jejaring, dan menemukan motivasi untuk berkembang.
“Saya berharap mahasiswa yang mengikuti NGIDAM tidak hanya pulang membawa materi, tetapi membawa semangat baru. Pulang dengan pertanyaan: setelah ini saya mau melakukan apa, karya apa yang akan saya buat, dan kontribusi apa yang bisa saya berikan?” tuturnya.
Ia berharap semakin banyak forum mahasiswa yang mengintegrasikan penguatan intelektual, keterampilan digital, karakter, spiritualitas, dan kepemimpinan, sehingga lahir generasi muda yang mampu menjawab tantangan masa depan.
Tentang NGIDAM 2026
NGIDAM (Ngaji Dunia Mahasiswa) 2026 merupakan kegiatan seminar nasional dan motivasi kemahasiswaan yang diselenggarakan oleh PK UNU Pasuruan bersama unsur organisasi/mitra mahasiswa. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 27 September 2026 di Gedung PCNU Kabupaten Pasuruan.
Dengan mengusung fokus pada peningkatan keterampilan mahasiswa dalam pembuatan makalah, presentasi, dan pemanfaatan AI, NGIDAM 2026 menjadi salah satu ruang pengembangan kapasitas mahasiswa agar semakin siap menghadapi tuntutan akademik dan perkembangan teknologi.
Dr. Mufarrihul Hazin: “Upgrade Skill, Perluas Wawasan, Perkuat Karakter, dan Jadilah Mahasiswa yang Memberi Dampak.”
