TUBAN, 12 Oktober 2026 — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur resmi membuka rangkaian peringatan Hari Santri 2026 melalui kegiatan kick off yang digelar di Pondok Pesantren Sunan Bejagung, Tuban, pada Minggu (11/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam bidang pendidikan, keagamaan, dan pembangunan bangsa di tengah perkembangan zaman.

Acara tersebut dihadiri oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, serta Ketua Umum PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz. Turut hadir jajaran pengurus lembaga dan badan otonom NU, perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur, serta sejumlah perwakilan pemerintah dan aparat keamanan.

Pelaksanaan kick off Hari Santri tahun ini juga dirangkaikan dengan peluncuran Institut Kiai Haji Abdul Matin (Inkama) dan wisuda ke-2 Ma’had Aly Sunan Bejagung. Perpaduan agenda tersebut menunjukkan bahwa peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk mendorong penguatan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren.

Pelaksana Harian Ketua PWNU Jawa Timur, KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun, menegaskan bahwa santri memiliki peran penting dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Menurutnya, penguasaan teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan moral dan akhlak agar kemajuan teknologi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Gus Firjaun juga menyoroti lima peran strategis santri bagi bangsa, yakni sebagai santri spiritual, intelektual, entrepreneur, leader, dan global. Kelima peran tersebut mencerminkan harapan agar santri tidak hanya memiliki fondasi keagamaan yang kuat, tetapi juga mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, membangun usaha mandiri, menjadi pemimpin berintegritas, serta berkontribusi di tingkat internasional.

Selain memperkuat pendidikan dan kapasitas santri, kegiatan ini turut menampilkan kepedulian sosial melalui peresmian prasasti bantuan LAZISNU PWNU Jawa Timur bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh dan Sumatra. Bantuan tersebut diwujudkan dalam pembangunan sejumlah fasilitas, seperti balai pengajian, musala, sarana sanitasi masjid, balai NU, TPQ, dan pondok pesantren.

Melalui kegiatan ini, PWNU Jawa Timur menegaskan bahwa peringatan Hari Santri 2026 menjadi kesempatan untuk memperkuat kontribusi santri dalam bidang pendidikan, sosial, dan pembangunan bangsa. Santri diharapkan mampu menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sehingga dapat menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan berdaya saing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *