SITUBONDO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Jawa Timur, berkomitmen meningkatkan kapasitas santri melalui penguatan ketahanan ekonomi, penguasaan teknologi digital, dan pengembangan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship).

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah program strategis untuk mendukung kemandirian santri. Program tersebut meliputi bantuan sarana dan prasarana kandang ayam petelur, pelatihan pemasaran digital, serta pembekalan kewirausahaan yang direncanakan mulai dilaksanakan pada 2027.

“Sudah kami siapkan program bantuan sarana prasarana kandang ayam petelur, pelatihan pemasaran digital, dan pembekalan pelatihan wirausaha untuk mencetak pengusaha muda dari kalangan pesantren,” ujar Rio seusai upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Alun-Alun Kabupaten Situbondo, Kamis (22/10/2026).

Menurut Rio, perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin pesat menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda, termasuk para santri. Karena itu, santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman mendalam mengenai ilmu agama, tetapi juga menguasai pengetahuan umum, teknologi, dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Ia menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa. Kontribusi mereka diharapkan semakin luas, terutama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai salah satu aspek penting dalam menghadapi tantangan Indonesia ke depan.

“Kita tahu bahwa peran santri dalam konteks kebangsaan dan keindonesiaan itu luar biasa. Kontribusi santri ditunggu, terutama di bidang ilmu pengetahuan teknologi, yang menjadi tantangan Indonesia ke depan,” tuturnya.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Situbondo mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang peran santri dalam perjalanan bangsa, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya mempersiapkan generasi pesantren yang adaptif, mandiri, dan mampu bersaing di era digital.

Usai pelaksanaan upacara, Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo bersama Wakil Bupati Ulfiyah mengajak jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menikmati nasi tabhek, hidangan sederhana yang lekat dengan tradisi kehidupan santri di pesantren.

Nasi tabhek merupakan nasi yang dibungkus menggunakan daun pisang, digulung, kemudian dikukus. Hidangan ini umumnya disajikan bersama lauk sederhana dan dinikmati secara bersama-sama sebagai simbol kebersamaan, kesederhanaan, serta semangat persaudaraan di lingkungan pesantren.

Melalui momentum tersebut, Pemkab Situbondo berharap nilai-nilai kesederhanaan, kebersamaan, dan semangat pengabdian yang melekat pada kehidupan santri dapat terus menjadi inspirasi dalam membangun daerah sekaligus mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *