Karawang — Seorang pelajar menjadi korban pembegalan bersenjata tajam saat hendak berangkat sekolah di Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (27/10/2026) pagi. Tiga pelaku mengancam korban dengan celurit dan membawa kabur sepeda motornya. Aksi tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan videonya beredar luas di media sosial.

Berteduh di Depan Pertokoan

Peristiwa terjadi di kawasan pertokoan H. Wade, Dusun Cilempuk, Desa Purwamekar, Kecamatan Rawamerta, sekitar pukul 06.33 WIB. Saat itu, korban sedang dalam perjalanan ke sekolah menggunakan sepeda motor Yamaha Aerox dan berhenti sementara karena hujan deras. Ia berteduh di depan pertokoan sambil bersiap mengenakan jas hujan.

Dalam rekaman CCTV, tiga pelaku yang berboncengan satu sepeda motor tiba-tiba menghampiri korban. Salah satu pelaku mengacungkan celurit untuk mengancam korban, sementara pelaku lainnya mengambil sepeda motor korban. Ketiganya lalu kabur membawa motor tersebut.

Polisi Buru Tiga Pelaku

Kasat Reskrim Polresta Karawang, Kompol Ali Jupri, membenarkan polisi telah menerima laporan kejadian tersebut melalui Polsek Rawamerta.

“Tim Resmob langsung cek TKP dan upaya ungkap kasusnya,” kata Ali kepada wartawan, Rabu (28/10/2026).

Menurut Ali, tim Reserse Mobile (Resmob) Polresta Karawang bersama personel Polsek Rawamerta telah mendatangi lokasi kejadian, memeriksa rekaman CCTV, dan melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih memburu ketiga pelaku dan belum ada penangkapan yang diumumkan.

Rangkaian Begal di Karawang

Kasus ini menambah daftar pembegalan di wilayah Karawang. Alexanews melaporkan seorang penjual bakso di jalur Totoang–Cilutung dirampas empat orang bercelurit pada Sabtu (24/10/2026) malam, dan warga meminta peningkatan patroli di jalur rawan. Sebelumnya, pada 18 September 2026, Polresta Karawang menangkap dua terduga begal yang diduga beraksi di sedikitnya 12 lokasi sepanjang 2026.

Para pelajar kini menjadi sasaran saat berangkat sekolah, dan warga berharap polisi segera menangkap para pelaku serta memperkuat pengawasan di jalur-jalur rawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *