
Seorang bayi perempuan bernama Makerita Miracle Tanuvasa berhasil bertahan hidup setelah lahir pada usia kandungan hanya 21 minggu tiga hari. Kelahiran tersebut menjadikannya salah satu bayi paling prematur yang berhasil bertahan hidup di Australia.
Makerita, yang akrab dipanggil Miracle, lahir di Royal Brisbane and Women’s Hospital, Queensland, Australia, pada Maret 2026. Saat dilahirkan, berat badannya hanya sekitar 351 gram dengan panjang 30,5 sentimeter. Kondisi tersebut membuatnya membutuhkan perawatan intensif sejak pertama kali dilahirkan.
Seorang bayi perempuan bernama Makerita Miracle Tanuvasa berhasil bertahan hidup setelah lahir pada usia kandungan hanya 21 minggu tiga hari. Kelahiran tersebut menjadikannya salah satu bayi paling prematur yang berhasil bertahan hidup di Australia.
Makerita, yang akrab dipanggil Miracle, lahir di Royal Brisbane and Women’s Hospital, Queensland, Australia, pada Maret 2026. Saat dilahirkan, berat badannya hanya sekitar 351 gram dengan panjang 30,5 sentimeter. Kondisi tersebut membuatnya membutuhkan perawatan intensif sejak pertama kali dilahirkan.
Kisah Miracle semakin menarik karena ibunya, Annrose Tanuvasa, baru mengetahui dirinya hamil beberapa hari sebelum melahirkan. Dalam waktu kurang dari 24 jam setelah mendapat informasi bahwa persalinan dapat terjadi kapan saja, Annrose akhirnya melahirkan Miracle pada usia kehamilan yang sangat dini.
Setelah lahir, Miracle langsung mendapatkan perawatan di Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Ia harus mendapatkan bantuan medis menggunakan berbagai peralatan untuk mempertahankan fungsi tubuhnya. Selama menjalani perawatan, orang tuanya bahkan baru diperbolehkan memegang Miracle setelah sekitar empat minggu.
Miracle kemudian menghabiskan sekitar 14 minggu di ruang perawatan intensif sebelum dipindahkan ke ruang perawatan khusus. Setelah menjalani perawatan selama lebih dari empat bulan, ia akhirnya diperbolehkan pulang bersama orang tuanya. Kepulangan tersebut disambut oleh para tenaga medis yang telah merawatnya selama berbulan-bulan.
Kisah Miracle mendapat perhatian luas karena kelangsungan hidup bayi pada usia kehamilan 21 minggu masih tergolong sangat jarang. Sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Perinatology pada Agustus 2026 juga menunjukkan bahwa kelangsungan hidup pada usia 21 minggu masih terbatas dan umumnya terjadi pada kasus yang sangat terseleksi.
Bagi keluarga Tanuvasa, perjalanan panjang tersebut menjadi pengalaman yang penuh ketidakpastian sekaligus harapan. Nama “Miracle” diberikan karena perjuangan sang bayi dianggap sebagai sebuah keajaiban setelah berhasil melewati masa kritis sejak kelahirannya.
