Solok Selatan — Bagi masyarakat Solok Selatan, sungai pernah menjadi salah satu jalur penting untuk berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Ketika akses jalan belum berkembang seperti sekarang, rakit menjadi pilihan warga untuk menyeberangi sungai dan menjangkau daerah di luar tempat tinggal mereka.

Seiring waktu, kondisi tersebut perlahan berubah. Pembangunan jalan dan jembatan membuka akses darat ke berbagai wilayah, sementara dukungan transportasi membantu anak-anak mencapai sekolah dengan lebih mudah.

Perubahan itu terlihat di sejumlah wilayah, salah satunya di SMPN 20 Talao. Para siswa kini memiliki akses bus sekolah yang digunakan untuk menunjang perjalanan mereka dari dan menuju sekolah. Di sisi lain, masyarakat di Sungai Kunyit merasakan manfaat dari keberadaan jalan dan jembatan yang membuat sejumlah wilayah sebelumnya sulit dijangkau menjadi lebih mudah diakses.

Meski berada di lokasi berbeda, kedua kondisi tersebut menunjukkan perubahan yang serupa. Ketika akses semakin terbuka, mobilitas masyarakat pun ikut berkembang.

“Salah satu hal yang paling membantu masyarakat adalah pembangunan transportasi jalan. Dulu, mereka sama sekali tidak menyangka kalau mobil bisa masuk sampai ke depan rumah mereka. Kami yang membangun semua infrastruktur jembatan ini,” tuturnya.

Menurut Hari, pembangunan akses jalan memungkinkan kendaraan menjangkau wilayah yang sebelumnya sulit dilalui. Kehadiran infrastruktur tersebut kemudian mendukung berbagai aktivitas warga, mulai dari mobilitas sehari-hari hingga kegiatan sosial masyarakat.

Peningkatan akses tersebut juga berjalan bersama dengan dukungan di bidang pendidikan. SMPN 20 Talao menjadi salah satu sekolah binaan perusahaan yang mendapatkan perhatian melalui program rehabilitasi sejak Desember 2024.

Perbaikan dilakukan pada hampir seluruh bagian sekolah, termasuk tujuh ruang kelas, satu ruang guru, hingga area taman. Selain pembangunan dan renovasi, perusahaan juga memberikan dukungan untuk pemeliharaan fasilitas sekolah.

Hari menjelaskan, perhatian terhadap pendidikan juga diberikan melalui sekolah-sekolah yang berada di sekitar lingkungan perusahaan. Tenaga pendidik direkrut dari lulusan pendidikan, sedangkan biaya gaji mereka ditanggung perusahaan sehingga anak-anak pekerja dapat memperoleh pendidikan tanpa biaya.

Khusus SMPN 20 Talao, dukungan juga diwujudkan melalui renovasi bangunan, penambahan ruang kelas, penyediaan kursi, serta sejumlah kebutuhan fasilitas pendidikan lainnya.

Perbaikan tersebut diharapkan tidak hanya membuat lingkungan sekolah menjadi lebih layak, tetapi juga memberikan ruang yang lebih baik bagi siswa untuk belajar dan mengembangkan potensi mereka.

Ketika Sekolah Menjadi Lebih Nyaman

Perubahan fasilitas sekolah dirasakan langsung oleh siswa dan guru SMPN 20 Talao. Sekolah yang berjarak sekitar 30 menit dari wilayah perusahaan tersebut kini memiliki sarana yang lebih mendukung kegiatan belajar mengajar.

Saat ini terdapat 197 siswa yang menempuh pendidikan di SMPN 20 Talao. Sekitar 80 persen di antaranya merupakan anak-anak karyawan PT KSI. Selain memperoleh fasilitas sekolah yang diperbaiki, para siswa juga mendapatkan dukungan transportasi melalui bus sekolah yang digunakan untuk perjalanan sehari-hari.

Kepala SMPN 20 Talao, Mazwir, mengatakan rehabilitasi sekolah turut memberikan perubahan terhadap kenyamanan siswa selama mengikuti pembelajaran.

“Rehabilitasi ini sangat membantu proses belajar. Dengan fasilitas yang lebih baik, anak-anak bisa belajar dengan lebih tenang dan maksimal,” kata Mazwir.

Menurutnya, kondisi sekolah yang semakin baik turut mendukung kegiatan belajar mengajar agar dapat berlangsung secara lebih optimal.

“Kami mengapresiasi bantuan perusahaan kepada sekolah,” ujarnya.

Bagi siswa, ruang kelas bukan hanya tempat untuk menerima pelajaran. Lingkungan belajar yang nyaman menjadi bagian dari pengalaman mereka selama menjalani aktivitas di sekolah setiap hari.

Perubahan serupa juga dirasakan masyarakat di sekitar wilayah perusahaan. Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur menjadi salah satu bentuk dukungan yang dirasakan langsung oleh warga.

Tokoh masyarakat Sungai Kunyit, Datuk Rusli Rangkayo Basa, mengatakan perhatian terhadap infrastruktur publik menjadi salah satu hal yang diapresiasi masyarakat.

Ia mencontohkan kondisi jalan di wilayah Sungai Kunyit yang sebelumnya masih banyak berupa jalan tanah. Kini, sejumlah ruas jalan mendapatkan perawatan dan diratakan dengan menggunakan alat berat milik perusahaan.

Bagi warga, keberadaan alat berat tersebut membantu pekerjaan yang berkaitan dengan perbaikan akses di lingkungan mereka. Ketika terdapat kebutuhan, perwakilan masyarakat dapat menyampaikannya secara langsung kepada tim lapangan. Alat berat kemudian dapat dikerahkan untuk membantu pekerjaan, sementara surat resmi dapat menyusul.

Dukungan juga diberikan ketika kondisi jalan menjadi berdebu akibat musim kemarau yang berlangsung cukup panjang. Perusahaan secara berkala mengirimkan mobil tangki air untuk membasahi jalan kampung.

Upaya tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi debu yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Bagi Rusli, respons terhadap kebutuhan warga menjadi salah satu bentuk hubungan yang terjalin antara masyarakat dengan perusahaan.

Dukungan terhadap masyarakat juga hadir dalam berbagai kegiatan sosial. Perusahaan turut membantu pelaksanaan peringatan Hari Kemerdekaan serta merespons sejumlah kebutuhan warga, termasuk pengerasan halaman kantor desa menggunakan beton.

Akses yang Perlahan Mengubah Keseharian

Perubahan di Solok Selatan pada akhirnya tidak hanya dapat dilihat dari keberadaan jalan dan jembatan. Di balik infrastruktur tersebut terdapat perubahan dalam keseharian masyarakat.

Ada warga yang kini dapat menjangkau wilayah lain menggunakan kendaraan. Ada anak-anak yang dapat pergi dan pulang sekolah menggunakan bus. Ada pula siswa yang menjalani proses belajar di ruang kelas dengan fasilitas yang lebih baik.

Perubahan tersebut tentu tidak berlangsung dalam satu waktu. Dari masa ketika sungai dan rakit menjadi bagian penting dari mobilitas warga, akses darat perlahan berkembang dan menghubungkan lebih banyak wilayah.

Pada saat yang sama, perhatian terhadap fasilitas pendidikan membuka ruang bagi anak-anak untuk memperoleh lingkungan belajar yang lebih layak.

Bagi sebagian orang, jalan yang dapat dilalui kendaraan, jembatan yang menghubungkan wilayah, atau bus yang mengantar anak-anak ke sekolah mungkin terlihat sebagai perubahan sederhana.

Namun bagi masyarakat yang menggunakannya setiap hari, perubahan tersebut memiliki arti yang lebih nyata: perjalanan menjadi lebih mudah, aktivitas menjadi lebih lancar, dan akses terhadap pendidikan semakin terbuka.

Solok Selatan pun terus bergerak melalui perubahan-perubahan tersebut. Jalan menjadi jalur yang menghubungkan aktivitas warga, sementara sekolah menjadi ruang tempat generasi berikutnya belajar, tumbuh, dan mengejar cita-cita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *