Lumajang, 4 September 2026 — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), khususnya wilayah Gunung Semeru, masih menjadi perhatian. Api yang membakar vegetasi di kawasan tersebut membuat petugas gabungan terus melakukan berbagai upaya pemadaman, baik melalui jalur darat maupun udara.

Salah satu langkah yang kembali dilakukan adalah mengerahkan helikopter water bombing milik BPBD Provinsi Jawa Timur. Helikopter digunakan untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit diakses oleh petugas melalui jalur darat. Langkah ini menjadi penting mengingat kondisi medan pegunungan yang terjal dan luasnya area yang terdampak kebakaran.

35 Ribu Liter Air Dijatuhkan dari Udara

Dalam operasi pada 3 September 2026, helikopter PK-DAP milik BPBD Jawa Timur melakukan 35 kali rit atau perjalanan untuk membawa dan menjatuhkan air ke kawasan yang terbakar. Total sekitar 35.000 liter air digunakan dalam operasi tersebut. Namun, pemadaman melalui udara harus dihentikan sementara karena kondisi kabut dan angin kencang yang dapat membahayakan penerbangan.

Helikopter melakukan pengisian air di Danau Ranu Pani, kemudian diarahkan untuk membantu pemadaman titik api di kawasan Trisula dan Kepolo, Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Lumajang. Sementara itu, petugas di darat tetap melakukan pemadaman manual dan membuat sekat api untuk menghambat penyebaran kobaran api. Perjuangan memadamkan api di kawasan Semeru pun masih berlangsung.

Bukan Sekadar Memadamkan Api

Kebakaran di TNBTS bukan hanya persoalan hilangnya vegetasi. Kawasan ini merupakan bagian dari ekosistem penting di Jawa Timur. Semakin luas kebakaran, semakin besar pula risiko terhadap keanekaragaman hayati, habitat satwa, kualitas lingkungan, serta keberlanjutan kawasan konservasi. Bahkan, laporan terbaru memperkirakan area yang terdampak kebakaran di lereng Gunung Semeru telah mencapai lebih dari 600 hektare, meskipun angka tersebut masih dinamis karena proses pendataan dan pemantauan terus berlangsung. Bukan hanya tentang menghentikan kobaran api hari ini, tetapi juga menjaga kawasan konservasi agar kerusakan tidak semakin meluas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *