30 Agustus 2026

Surabaya – Halaman kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA) malam itu berubah lautan manusia. Ribuan jamaah dari kalangan mahasiswa, dosen, alumni, hingga masyarakat umum tumpah ruah mengikuti gelaran UNESA Bersholawat, salah satu rangkaian puncak peringatan Dies Natalis ke-62 UNESA yang digelar bertepatan dengan bulan Rabiul Awal, bulan kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW.

Suasana khidmat berpadu dengan kemeriahan begitu terasa sejak sore hari. Lantunan selawat yang dibawakan Majelis Sholawat Azzahir mengalun syahdu, mengiringi kedatangan jamaah yang terus mengalir hingga area di luar panggung utama penuh sesak. Aroma kebersamaan begitu kental terasa, seolah menegaskan bahwa dakwah dan selawat mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa sekat.

Momentum Dies Natalis dan Kelahiran Sang Nabi

Digelar gratis dan terbuka untuk umum, UNESA Bersholawat sengaja dirancang bukan sekadar seremoni internal kampus, melainkan juga ruang silaturahmi lintas generasi. Perpaduan dua momentum istimewa — hari jadi UNESA yang ke-62 dan bulan kelahiran Rasulullah SAW — menjadikan acara ini terasa lebih bermakna. Civitas akademika ingin memperingati perjalanan panjang institusi dengan cara yang penuh keberkahan, sekaligus menghidupkan semangat cinta kepada Nabi di tengah kampus.

Pihak penyelenggara menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting untuk mempererat hubungan UNESA dengan masyarakat luas, tidak hanya menyasar sivitas akademika, tetapi juga membuka pintu bagi siapa saja yang ingin larut dalam suasana selawat bersama.

Dua Tokoh yang Dinanti

Kehadiran dua figur yang selama ini dikenal luas di kalangan pecinta selawat, KH Anwar Zahid dan Habib Ali Zainal Abidin bin Segaf bin Abu Bakar Assegaf, menjadi daya tarik utama yang membuat masyarakat berbondong-bondong datang jauh sebelum acara dimulai. Keduanya dikenal kerap tampil bersama Majelis Azzahir di berbagai kota, dan selalu berhasil menyedot puluhan ribu jamaah setiap kali hadir.

Tawa pecah di berbagai sudut lapangan saat KH Anwar Zahid menyampaikan tausiah dengan gaya khasnya yang jenaka namun sarat pesan moral, membuat jamaah yang lelah berdiri berjam-jam seolah tak merasakan lelah sama sekali. Sementara itu, kehadiran Habib Ali Zainal Abidin menambah kekhusyukan suasana selawat, dengan lantunan yang mengajak jamaah larut dalam kerinduan kepada Rasulullah SAW.

Kampus yang Menyatu dengan Umat

Di tengah gemerlap lampu panggung dan lautan jamaah yang memenuhi area kampus, UNESA Bersholawat menjelma menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi bisa menjadi ruang temu antara ilmu pengetahuan dan spiritualitas. Panitia turut memperketat pengaturan arus jamaah demi menjaga ketertiban dan kenyamanan, mengingat animo masyarakat yang begitu tinggi terhadap kegiatan keagamaan berskala besar semacam ini.

Bagi banyak mahasiswa, malam itu menjadi pengalaman religius sekaligus akademik yang tak terlupakan. Dies Natalis ke-62 UNESA pun ditutup dengan kesan mendalam: bahwa merayakan usia sebuah institusi pendidikan tak melulu soal seremoni formal, tetapi juga bisa dirayakan lewat kebersamaan, kehangatan, dan selawat yang menyatukan hati.

UNESA Bersholawat menjadi penanda bahwa di usianya yang ke-62, UNESA terus tumbuh tak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari denyut nadi masyarakat sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *