Surabaya — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Jawa Timur tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk kembali memperkuat persatuan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengajak masyarakat menjadikan peringatan tersebut sebagai pengingat pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dilaksanakan setiap 1 Oktober. Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Berdasarkan pedoman Menteri Kebudayaan Nomor B/668/MK/TU.02.03/2026, upacara di lingkungan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dilaksanakan secara luring pada pukul 07.30 waktu setempat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat tidak berhenti pada kegiatan upacara, tetapi menerjemahkan nilai Pancasila dalam tindakan nyata. Ajakan tersebut terutama ditujukan kepada generasi muda agar memahami sejarah bangsa sekaligus menjaga persatuan.

“Terutama bagi generasi muda, mari kenali sejarah bangsa dan amalkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan. Jaga kerukunan, hargai perbedaan, dan hadir untuk membantu sesama. Dari situlah persatuan terus kita rawat.”

Momentum Hari Kesaktian Pancasila juga berkaitan erat dengan rangkaian peringatan sejarah bangsa pada 30 September. Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebelumnya mengimbau masyarakat mengibarkan Merah Putih setengah tiang pada 30 September untuk mengenang peristiwa Gerakan 30 September. Selanjutnya, pada 1 Oktober mulai pukul 06.00, bendera dikibarkan kembali satu tiang penuh dalam rangka Hari Kesaktian Pancasila.

Khofifah menilai pengibaran bendera pada dua momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mengingat perjalanan sejarah bangsa sekaligus meneguhkan komitmen menjaga persatuan.

“Dua hari ini mengajak kita untuk mengenang sekaligus meneguhkan tekad. Kita menghormati sejarah bangsa dan terus menjaga Pancasila sebagai dasar yang mempersatukan Indonesia.”

Selain pengibaran bendera dan pelaksanaan upacara, masyarakat juga diarahkan untuk mengikuti pidato Menteri Kebudayaan melalui kanal YouTube Kementerian Kebudayaan atau Indonesiana TV. Ketentuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026.

Pemerintah juga menekankan agar tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” tidak berhenti sebagai slogan peringatan. Nilai tersebut diharapkan tercermin melalui sikap saling menghargai, kepedulian, dan gotong royong dalam kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Jawa Timur menjadi ruang untuk menghubungkan penghormatan terhadap sejarah dengan praktik kehidupan kebangsaan saat ini. Pesan yang ditekankan pemerintah adalah menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, dan menjadikan nilai Pancasila sebagai bagian dari tindakan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *