
Pandeglang, Banten — Warga pesisir Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menggelar tradisi larung laut pada Senin, 14 September 2026. Dalam prosesi tersebut, warga melarungkan satu ekor kerbau ke tengah perairan Selat Sunda sebagai bentuk doa dan ikhtiar agar delapan orang yang masih hilang dalam musibah di perairan Selat Sunda segera ditemukan.
Prosesi larung laut yang dilakukan warga Carita juga mendapat perhatian dari pemerintah. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Banten, Arif Agus Rakhman, turut menyaksikan prosesi tersebut. Di sisi lain, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani terus memberikan dukungan moril kepada keluarga korban dan memastikan pemerintah daerah tetap berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam proses pencarian.
Kegiatan tersebut diawali dengan doa bersama yang melibatkan warga serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Setelah doa selesai, kerbau dibawa menggunakan kapal nelayan dari kawasan Dermaga Marina Lippo Carita menuju perairan Selat Sunda. Sesampainya di tengah laut, kerbau kemudian dilarungkan sebagai bagian dari tradisi masyarakat pesisir.
Tradisi tersebut dilakukan bertepatan dengan hari ketujuh proses pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda. Bagi masyarakat Carita, larung laut menjadi salah satu bentuk ikhtiar batin untuk memohon keselamatan serta kelancaran proses pencarian. Warga juga berharap para korban dapat segera ditemukan dan keluarga yang masih menunggu diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
