PAMEKASAN, 2026 — Semangat menghadirkan perubahan melalui pendidikan menjadi gagasan yang dibawa Abdillah Rosyid dalam ajang Pemilihan Pemuda Pelopor Kabupaten Pamekasan 2026. Pemuda yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Program Studi Manajemen Pendidikan angkatan 2024, tersebut menggagas IMCAMP (Intensive Mastery Camp) sebagai program yang berfokus pada pemberian akses dan kesempatan belajar bagi anak muda Pamekasan.
Melalui program tersebut, Abdillah berupaya memberikan kontribusi nyata di bidang pendidikan dengan menghadirkan program beasiswa bimbingan belajar bagi pelajar yang memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. IMCAMP dirancang sebagai ruang belajar dan pendampingan agar anak muda Pamekasan dapat mempersiapkan diri secara lebih baik dalam mengejar cita-cita pendidikan mereka.
Gagasan ini dibawa Abdillah dalam Pemilihan Pemuda Pelopor Kabupaten Pamekasan 2026, sebuah ruang yang mempertemukan gagasan dan inisiatif pemuda dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat. Melalui bidang pendidikan, Abdillah memilih untuk mengambil peran dengan menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan generasi muda.
Berangkat dari Persoalan Akses dan Kesempatan
Gagasan IMCAMP berangkat dari kesadaran bahwa keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi perlu didukung dengan akses belajar, pendampingan, dan kesempatan yang memadai.
Tidak semua anak muda memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh fasilitas persiapan menuju perguruan tinggi. Karena itu, IMCAMP hadir dengan membawa semangat untuk memperluas kesempatan tersebut melalui program bimbingan belajar berbasis beasiswa.
Bagi Abdillah, pendidikan bukan hanya tentang proses belajar di ruang kelas, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan kesempatan bagi seseorang untuk menentukan masa depannya.
“Kami ingin IMCAMP menjadi ruang bagi anak muda Pamekasan untuk belajar, berkembang, dan berani bermimpi lebih jauh. Harapannya, mereka tidak hanya memiliki cita-cita untuk masuk perguruan tinggi, tetapi juga mendapatkan fasilitas dan pendampingan untuk memperjuangkan cita-cita tersebut.”
Dari Pengalaman di Perguruan Tinggi untuk Masyarakat
Sebagai mahasiswa Manajemen Pendidikan UNESA angkatan 2024, Abdillah melihat pendidikan tidak hanya sebagai bidang akademik, tetapi sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Pengalaman yang diperoleh selama berada di lingkungan perguruan tinggi kemudian ia bawa kembali ke daerah melalui sebuah gagasan yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
Melalui IMCAMP, Abdillah berupaya menghubungkan pengalaman, pengetahuan, dan kepedulian pemuda dengan kebutuhan pendidikan di Pamekasan.
Program tersebut memberikan fasilitas berupa bimbingan belajar dan pendampingan bagi peserta yang ingin mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi. Dengan pendekatan tersebut, IMCAMP diharapkan tidak hanya membantu peserta dalam aspek akademik, tetapi juga membangun motivasi dan keberanian untuk memiliki target pendidikan yang lebih tinggi.
Pemuda sebagai Pelopor Perubahan
Kehadiran IMCAMP dalam Pemilihan Pemuda Pelopor Kabupaten Pamekasan 2026 menjadi bentuk kepeloporan Abdillah dalam menjadikan pendidikan sebagai ruang pengabdian pemuda.
Ia tidak ingin peran pemuda berhenti pada gagasan, tetapi diwujudkan melalui program yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui IMCAMP, ia ingin menunjukkan bahwa pemuda dapat mengambil bagian dalam menjawab persoalan pendidikan di lingkungan sekitarnya.
Lebih jauh, program ini membawa harapan agar semakin banyak anak muda Pamekasan yang memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan kemudian kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.
IMCAMP pada akhirnya bukan sekadar program bimbingan belajar. Ia menjadi gagasan tentang bagaimana seorang pemuda dapat membuka jalan bagi pemuda lainnya untuk mengejar pendidikan dan masa depan yang mereka impikan.
