Malang 1 Oktober 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa muda di bidang pendidikan. Dua mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan angkatan 2024, Rifi Rohmatul Minan dan Melani Zahra Khairunnisa, berhasil meraih Juara 1 Lomba Esai Tingkat Mahasiswa dalam ajang Festival Bulan Pendidikan 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri Malang (UINMA).

Prestasi tersebut menjadi capaian yang membanggakan sekaligus menunjukkan kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan gagasan terhadap perkembangan dunia pendidikan. Keduanya berhasil menunjukkan kemampuan dalam mengolah gagasan, menganalisis persoalan pendidikan, serta menuangkannya dalam sebuah karya esai yang dinilai unggul oleh dewan juri.

Festival Bulan Pendidikan 2026 sendiri menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai gagasan dan perspektif mengenai masa depan pendidikan. Mengusung semangat aktualisasi dan transformasi pendidikan di era Society 5.0, ajang tersebut mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi juga mampu menghadirkan pemikiran kritis dan inovatif terhadap berbagai tantangan pendidikan.

Rifi Rohmatul Minan dan Melani Zahra Khairunnisa mengikuti kompetisi tersebut dengan mengandalkan kekuatan kolaborasi dan kemampuan akademik yang mereka miliki. Melalui proses penyusunan esai yang dilakukan secara serius, keduanya mampu menghadirkan gagasan yang relevan dengan perkembangan pendidikan saat ini hingga akhirnya berhasil memperoleh posisi tertinggi dalam kompetisi tersebut.

Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki ruang yang besar untuk berkontribusi dalam memberikan solusi dan gagasan bagi kemajuan pendidikan Indonesia. Bagi Rifi dan Melani, kemenangan tersebut bukan sekadar pencapaian dalam sebuah perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk terus mengembangkan kapasitas diri dan menghasilkan karya yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Keberhasilan dua mahasiswa Manajemen Pendidikan angkatan 2024 ini sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya agar berani menuangkan ide, mengambil peran, dan menjadikan pendidikan sebagai ruang untuk menciptakan perubahan.

Dari ruang akademik, lahir gagasan. Dari gagasan, lahir perubahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *