Jakarta — Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menetapkan ibu kandung dan ayah tiri seorang balita berusia 20 bulan sebagai tersangka atas kematian anak tersebut di toilet umum di seberang Pasar Kebayoran Lama, Sabtu (31/10/2026). Kedua tersangka berinisial AR (22) dan JM (20). Polisi menyebut dugaan motifnya adalah kesulitan ekonomi.
Terungkap dari Laporan Pemilik Toilet
Kasus ini terungkap setelah pemilik toilet umum mendengar jeritan dan tangisan anak dari dalam salah satu bilik pada Sabtu malam. Pemilik toilet kemudian melapor dengan dugaan awal adanya peristiwa kekerasan seksual terhadap anak. Namun, hasil penyelidikan polisi menunjukkan balita berinisial SF itu meninggal akibat dibunuh oleh kedua orang tuanya.
Pada dini hari, kedua tersangka kembali ke sekitar lokasi untuk mengambil pakaian, lalu diamankan warga dan diserahkan kepada polisi.
Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Seala Syah Alam, menjelaskan kronologi yang berhasil dihimpun penyidik. Menurut Seala, setelah kejadian di toilet, kedua tersangka memesan taksi online dengan tujuan Palmerah. Dari sana mereka berjalan kaki hingga kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat. Di sebuah lahan kosong di sisi kiri jalan, keduanya mengubur jasad korban yang dibungkus kantong plastik pada kedalaman kurang dari 50 sentimeter.
Motif Ekonomi
Seala menyebut kedua tersangka mengaku tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Dari informasi yang dikutip media, ayah tiri korban tidak memiliki pekerjaan tetap, sedangkan ibu kandungnya bekerja sebagai pengamen jalanan.
“Motif karena ekonomi, mereka tidak mampu,” kata Seala, Senin (2/11/2026).
Pasangan tersebut memiliki dua anak dan memilih anak yang paling kecil sebagai korban.
“Yang paling kecillah dibunuh oleh kedua orang tuanya,” ujar Seala.
Saling Tuding dalam Rekonstruksi
Dalam rekonstruksi yang digelar polisi, kedua tersangka dilaporkan saling melempar tanggung jawab atas peran masing-masing dalam peristiwa tersebut. Penyidik masih mendalami peran AR dan JM secara rinci. Polisi belum menyampaikan pasal yang dikenakan kepada keduanya, sementara kondisi anak pertama pasangan tersebut juga belum dijelaskan dalam keterangan yang dirilis.
Jasad Dikubur di Lahan Kosong
Jasad korban kini berada dalam penanganan kepolisian setelah ditemukan di lahan kosong kawasan Bendungan Hilir. Kasus ini menambah sorotan terhadap perlindungan anak di tengah tekanan ekonomi keluarga, terutama dalam rumah tangga yang rentan secara sosial.
Kematian balita di toilet umum ini menjadi pengingat bahwa tekanan ekonomi tidak pernah membenarkan kekerasan terhadap anak, sekaligus menuntut pengawasan dan jaring pengaman sosial bagi keluarga rentan.
