Tangerang, 8 Oktober 2026 — Empat anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) dari kapal tanker MT Honour 25 akhirnya kembali ke Tanah Air setelah disandera kelompok perompak di perairan Somalia selama lima bulan sepuluh hari. Keempatnya tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa malam (6/10/2026), dan disambut jajaran pemerintah serta keluarga.

MT Honour 25 dibajak sejak April 2026. Dari 17 awak kapal yang menjadi korban penyanderaan, empat di antaranya WNI, sedangkan sisanya berasal dari India, Pakistan, dan Myanmar. Pembebasan berhasil direalisasikan pada 29 September 2026 dengan dukungan pemerintah negara bagian Puntland, Somalia.

Keempat WNI tersebut adalah Ashari Samadikun, kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan; Adi Faizal, 2nd Officer asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan; Wahudinanto, Chief Officer asal Pemalang, Jawa Tengah; serta Fiki Mutakin asal Bogor, Jawa Barat.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir menjelaskan bahwa pembebasan ditempuh melalui diplomasi tertutup yang melibatkan koordinasi lintas negara, termasuk dengan pemerintah Somalia, pemilik kapal, dan perwakilan negara asal kru lainnya.

“Saudara-saudara kita hari ini telah kembali setelah mengalami situasi yang cukup sulit di atas kapal selama lima bulan lebih,” kata Arrmanatha.

Langkah tertutup itu, menurut Kemlu, diambil agar informasi perundingan tidak dimanfaatkan penyandera untuk meningkatkan tekanan terhadap pemerintah maupun membahayakan keselamatan para sandera.

Di sisi lain, Duta Besar RI untuk Kenya merangkap Somalia, Witjaksono Adji, mengungkapkan bahwa pembebasan para ABK terjadi melalui operasi bersenjata pada akhir September. Ia menegaskan Indonesia tidak memenuhi tuntutan apa pun dari para pembajak.

“Informasi yang kemudian kami terima justru menyebut operasi penyerangan sudah dilakukan,” ujar Witjaksono usai serah terima para ABK kepada keluarga.

Witjaksono menambahkan, berdasarkan konfirmasi dari Kapten Ashari, semua ABK WNI selamat meski satu orang mengalami luka. Salah satu korban terlihat tiba di bandara menggunakan kursi roda.

Kepulangan keempat ABK disambut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono, yang menyampaikan rasa syukur atas keselamatan mereka. Pemerintah juga menyiapkan perawatan dan rehabilitasi bagi para korban.

Kepulangan empat ABK ini menjadi penutup masa penyanderaan yang panjang, sekaligus pengingat bahwa pelaut Indonesia masih menghadapi risiko besar di jalur pelayaran rawan pembajakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *