LAKARSANTRI, 12 Rabiul Awal 1448 H — Semangat membumikan Al-Qur’an di Kecamatan Lakarsantri semakin diperkuat melalui kerja sama antara GP Ansor, Fatayat NU, KUA Kecamatan Lakarsantri, dan Pemerintah Kecamatan Lakarsantri.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) sebagai langkah konkret dalam menghadirkan gerakan keagamaan yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya melalui program Gerakan Ngaji Bersama yang digagas oleh PAC GP Ansor dan PAC Fatayat NU Kecamatan Lakarsantri.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Camat Lakarsantri Ibu Iin Trisnoningsih, Kepala KUA Kecamatan Lakarsantri Kyai Abdulloh Hasan, serta Wakil Ketua MWC NU Lakarsantri Dr. Mufarrihul Hazin, M.Pd.
Kolaborasi tersebut menjadi momentum penting karena mempertemukan kekuatan organisasi kepemudaan NU, lembaga keagamaan, dan pemerintah dalam satu gerakan bersama untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membaca Al-Qur’an sekaligus memperkuat kehidupan keagamaan di wilayah Lakarsantri.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Mufarrihul Hazin, M.Pd., memberikan penjelasan mengenai semangat awal lahirnya NU yang memiliki kaitan erat dengan Taswirul Afkar, sebagai bagian penting dari perjalanan intelektual dan perjuangan para ulama dalam membangun tradisi keilmuan serta menjawab berbagai persoalan umat.
Menurutnya, semangat Taswirul Afkar dapat menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk menghadirkan gerakan yang mampu membaca kebutuhan masyarakat dan memberikan solusi nyata.
“Semangat Taswirul Afkar mengajarkan kepada kita bahwa perjuangan NU sejak awal dibangun melalui tradisi berpikir, berdiskusi, berilmu, dan menjawab persoalan umat. Hari ini semangat itu kita aktualisasikan dalam bentuk gerakan nyata, yaitu bagaimana masyarakat Lakarsantri dapat semakin dekat dengan Al-Qur’an dan memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik,” ujar Dr. Mufarrihul Hazin.
Ia menegaskan bahwa Gerakan Ngaji Bersama harus menjadi gerakan bersama yang tidak berhenti pada seremoni launching maupun penandatanganan MoA.
“MoA ini bukan sekadar dokumen kerja sama. Ini adalah komitmen bersama. Ansor bergerak, Fatayat bergerak, KUA bergerak, pemerintah hadir, dan masyarakat menjadi bagian utama dari gerakan ini. Dari sinilah kita berharap lahir gerakan yang benar-benar membumi dan memberikan manfaat,” tambahnya.
Ketua PAC GP Ansor Lakarsantri, Rachmat Budi Santoso, M.Pd., menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata untuk menghadirkan program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Dengan dukungan penuh dari Ibu Camat, KUA, serta Wakil Ketua MWC NU Dr. Mufarrihul Hazin, M.Pd., ini menjadi langkah awal lahirnya sebuah gerakan yang memiliki semangat sebagaimana perjuangan para pendiri NU. Apa yang kami lakukan bersama ini merupakan langkah konkret dari PAC Ansor dan Fatayat NU Kecamatan Lakarsantri,” ujar Rachmat Budi.
Menurutnya, kolaborasi antara organisasi kepemudaan NU, lembaga keagamaan, dan pemerintah menjadi kekuatan penting dalam menjalankan Gerakan Ngaji Bersama.
Camat Lakarsantri, Ibu Iin Trisnoningsih, memberikan apresiasi atas inisiatif GP Ansor dan Fatayat NU yang menggandeng KUA serta Pemerintah Kecamatan Lakarsantri.
Menurutnya, pemerintah memiliki komitmen untuk mendukung kegiatan positif yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, termasuk dalam bidang keagamaan.
Dukungan serupa disampaikan Kepala KUA Kecamatan Lakarsantri, Kyai Abdulloh Hasan, yang menilai kolaborasi lintas lembaga tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Melalui kerja sama MoA tersebut, GP Ansor dan Fatayat NU Kecamatan Lakarsantri bersama KUA serta Pemerintah Kecamatan Lakarsantri berkomitmen mendorong pembelajaran Al-Qur’an secara lebih luas dan terstruktur di masyarakat.
Gerakan ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk belajar membaca Al-Qur’an, mengenal huruf hijaiyah, meningkatkan kemampuan mengaji, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Lebih dari itu, Gerakan Ngaji Bersama diarahkan menjadi gerakan sosial-keagamaan yang melibatkan kader, tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi, khidmah, dan pengabdian, Gerakan Ngaji Bersama menjadi ikhtiar bersama untuk membumikan Al-Qur’an dari Lakarsantri.
Dari MoA menjadi aksi. Dari sekretariat menjadi gerakan. Dari Lakarsantri untuk masyarakat yang semakin Qur’ani.
