Lakarsantri, 25 Agustus 2026 — Gerakan Ngaji Bersama resmi dilaunching melalui peresmian sekretariat program yang digagas oleh PAC GP Ansor dan PAC Fatayat NU Kecamatan Lakarsantri, berkolaborasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lakarsantri serta Pemerintah Kecamatan Lakarsantri.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 12 Rabiul Awal 1448 H, bertempat di Aula Kecamatan Lakarsantri tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat gerakan keagamaan di tengah masyarakat, khususnya dalam membumikan Al-Qur’an, meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar bersama memberantas buta huruf hijaiyah di wilayah Kecamatan Lakarsantri.
Ketua PAC GP Ansor Lakarsantri, Rachmat Budi Santoso, M.Pd., menyampaikan bahwa Gerakan Ngaji Bersama merupakan salah satu program prioritas Ansor dan Fatayat NU Kecamatan Lakarsantri.
“Gerakan Ngaji Bersama ini merupakan program prioritas kami dari Ansor dan Fatayat NU Kecamatan Lakarsantri. Kami ingin menghadirkan gerakan yang nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam membumikan Al-Qur’an dan memberikan ruang belajar mengaji bagi masyarakat,” ujar Rachmat Budi.
Ia menambahkan, keberadaan sekretariat diharapkan menjadi pusat koordinasi sekaligus simbol semangat kebersamaan antara organisasi kepemudaan NU, lembaga keagamaan, dan pemerintah kecamatan.
Wakil Ketua MWC NU Lakarsantri, Dr. Mufarrihul Hazin, mengapresiasi launching Gerakan Ngaji Bersama tersebut. Menurutnya, gerakan ini tidak sekadar menjadi program mengaji, tetapi harus menjadi gerakan sosial-keagamaan yang mampu menjangkau masyarakat secara luas.
“Gerakan ini harus kita maknai sebagai ikhtiar bersama untuk menghadirkan Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat. Jangan berhenti pada launching dan kegiatan seremonial. Sekretariat ini harus menjadi pusat gerakan, koordinasi, dan pelayanan masyarakat dalam belajar Al-Qur’an ” tutur Dr. Mufarrihul Hazin.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Ansor, Fatayat, KUA, pemerintah kecamatan, serta seluruh elemen masyarakat.
“Kalau Ansor bergerak, Fatayat bergerak, KUA bergerak, pemerintah kecamatan mendukung, dan masyarakat ikut mengambil bagian, insyaallah gerakan ini akan menjadi kekuatan besar. Target kita bukan hanya bisa mengaji, tetapi bagaimana tidak ada lagi warga Lakarsantri yang buta huruf hijaiyah dan semakin banyak keluarga yang menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari ” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Kota Surabaya, Ning Camel, menyampaikan bahwa keterlibatan Fatayat dalam Gerakan Ngaji Bersama merupakan bentuk nyata kepedulian kader perempuan NU terhadap pendidikan keagamaan masyarakat.
“Fatayat NU ingin hadir bukan hanya dalam kegiatan organisasi, tetapi juga dalam persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Gerakan Ngaji Bersama ini adalah ruang bagi kader Fatayat untuk berkhidmah, mendampingi masyarakat, khususnya perempuan, anak-anak, dan keluarga, agar semakin dekat dengan Al-Qur’an” ujar Ning Camel.
Menurutnya, kolaborasi antara Ansor dan Fatayat menjadi kekuatan penting karena keduanya memiliki basis kader yang dekat dengan masyarakat.
“Kami berharap gerakan ini bisa tumbuh dari kampung ke kampung, dari masjid ke masjid, dan dari keluarga ke keluarga. Semangatnya sederhana: kita belajar bersama, mengaji bersama, dan membangun masyarakat bersama,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Lakarsantri, Kyai Abdulloh Hasan, menyambut baik adanya kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara Ansor, Fatayat, KUA, dan pemerintah kecamatan merupakan langkah positif untuk memperkuat pendidikan keagamaan masyarakat.
Kepala KUA juga menilai bahwa Gerakan Ngaji Bersama dapat menjadi wadah strategis untuk memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang selama ini belum mendapatkan kesempatan belajar secara optimal.
Senada dengan hal tersebut, Camat Lakarsantri, Ibu Iin Trisnoningsih, memberikan apresiasi atas inisiatif Gerakan Ngaji Bersama. Pemerintah Kecamatan Lakarsantri siap mendukung berbagai program positif yang bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara organisasi masyarakat, lembaga keagamaan, dan pemerintah merupakan kekuatan penting dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan memiliki kepedulian sosial.
Launching sekretariat ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal dari gerakan yang berkelanjutan. Sekretariat Gerakan Ngaji Bersama diharapkan menjadi rumah bersama bagi koordinasi, edukasi, kaderisasi, dan pelaksanaan program-program pembelajaran Al-Qur’an di wilayah Kecamatan Lakarsantri.
Melalui kolaborasi lintas organisasi dan lembaga, Gerakan Ngaji Bersama ditargetkan mampu menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Kecamatan Lakarsantri. Gerakan ini juga menjadi bagian dari semangat untuk membangun masyarakat yang semakin dekat dengan Al-Qur’an dan memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik.
Dengan semangat Ansor, Fatayat, KUA, dan Pemerintah Kecamatan Lakarsantri bersinergi, Gerakan Ngaji Bersama menjadi ikhtiar bersama untuk membumikan Al-Qur’an, memberantas buta huruf hijaiyah, dan membangun masyarakat Lakarsantri yang semakin religius dan Qur’ani.
Ngaji Bersama, Bergerak Bersama, Lakarsantri Semakin Qur’ani.
