Aichi-Nagoya, Jepang — Kontingen Indonesia mulai menunjukkan tajinya pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Memasuki awal rangkaian pertandingan, atlet-atlet Merah Putih berhasil mengumpulkan tujuh medali, yang terdiri atas satu medali perak dan enam medali perunggu. Perolehan tersebut menempatkan Indonesia di posisi ke-12 klasemen sementara perolehan medali pada Senin, 21 September 2026.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 merupakan edisi ke-20 Asian Games yang diselenggarakan di Jepang. Kompetisi berlangsung mulai September hingga Oktober 2026 dan mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara dan wilayah di Asia. Pada edisi kali ini, pertandingan digelar di sejumlah lokasi di Jepang dengan mempertandingkan 43 cabang olahraga dan 469 nomor perebutan medali.

Medali Perak Pertama Indonesia Datang dari Teqball

Salah satu sorotan dalam awal perjuangan Indonesia datang dari cabang olahraga teqball. Atlet putri Indonesia, Sumaya, berhasil mempersembahkan medali perak melalui nomor tunggal putri. Capaian tersebut menjadi medali perak pertama bagi Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Sumaya harus melalui pertandingan yang ketat sebelum memastikan tempat di podium. Pada partai final, ia menghadapi wakil Myanmar Wai Khin Hnin. Meski belum berhasil membawa pulang medali emas, penampilan Sumaya memberikan kontribusi penting bagi kontingen Indonesia sekaligus mencatatkan pencapaian pada cabang olahraga teqball yang menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan dalam Asian Games 2026. Perjuangan di teqball juga tidak berhenti pada nomor putri. Yoga Ardika Putra turut menyumbangkan medali perunggu melalui nomor tunggal putra. Dengan demikian, teqball menjadi salah satu cabang yang memberikan kontribusi bagi perolehan medali Indonesia pada awal kompetisi.

Wushu Tambah Koleksi Medali Merah Putih

Cabang olahraga wushu juga menjadi salah satu penyumbang medali bagi Indonesia. Sebelumnya, Seraf Naro Siregar berhasil meraih medali perunggu dari nomor Men’s Changquan. Kemudian, pada Senin, 21 September 2026, Eugenia Diva Widodo kembali mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia melalui nomor Women’s Changquan.

Eugenia mencatatkan nilai 9,706 poin dalam penampilannya di Aichi Prefectural Martial Arts Hall. Ia berada di posisi ketiga, di bawah atlet Hong Kong Lydia Sham yang meraih emas dengan nilai 9,713 dan atlet Makau Sou Cho Man yang memperoleh perak dengan nilai 9,710. Tambahan tersebut membuat wushu menjadi salah satu cabang yang telah menyumbangkan lebih dari satu medali bagi kontingen Indonesia pada awal Asian Games 2026.

Perjuangan dari Soft Tennis dan Karate

Selain teqball dan wushu, medali Indonesia juga berasal dari soft tennis dan karate. Tim putra Indonesia di cabang soft tennis berhasil meraih medali perunggu, menambah koleksi awal kontingen Merah Putih. Sementara dari cabang karate, Leica Al Humaira Lubis berhasil meraih medali perunggu pada nomor kumite putri +68 kilogram. Raihan tersebut menjadi tambahan penting bagi Indonesia dalam persaingan klasemen sementara. Dengan tambahan medali dari berbagai cabang tersebut, Indonesia hingga Senin siang telah mengoleksi satu perak dan enam perunggu. Namun, jumlah tersebut masih dapat bertambah karena pertandingan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 masih berlangsung.

MMA Ikut Menambah Perolehan Medali

Indonesia juga mendapatkan tambahan medali melalui cabang Mixed Martial Arts (MMA). Vallensia Fahira berhasil meraih medali perunggu pada nomor women’s modern MMA -54 kg. Raihan Vallensia turut membuat jumlah medali Indonesia mencapai tujuh keping. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa kontribusi medali Indonesia tidak hanya berasal dari cabang olahraga yang selama ini dikenal luas masyarakat, tetapi juga dari cabang olahraga yang berkembang dan menjadi bagian dari program pertandingan Asian Games 2026.

Perjuangan Indonesia Masih Panjang

Meskipun telah mengantongi tujuh medali, perjalanan kontingen Indonesia di Aichi-Nagoya masih jauh dari selesai. Pada Senin, 21 September 2026, wakil Indonesia dijadwalkan bertanding dalam berbagai cabang olahraga. Agenda tersebut mencakup antara lain wushu, soft tennis, karate, menembak, renang, tenis meja, sepak takraw, basket, MMA, voli pantai, dan cabang olahraga lainnya. Pertandingan yang masih berlangsung membuka peluang bagi kontingen Merah Putih untuk menambah perolehan medali. Klasemen sementara juga masih sangat dinamis karena negara-negara peserta terus bersaing mengumpulkan emas, perak, dan perunggu dari berbagai nomor pertandingan.

Pada klasemen sementara, China berada di posisi teratas, disusul tuan rumah Jepang dan Korea Selatan. Indonesia berada di posisi ke-12 dengan satu medali perak dan enam perunggu. Posisi tersebut merupakan gambaran sementara karena klasemen dapat berubah seiring berlangsungnya pertandingan. Bagi Indonesia, raihan tujuh medali pada fase awal menjadi bagian dari perjalanan panjang para atlet dalam membawa nama Merah Putih di panggung olahraga Asia. Setiap pertandingan menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan, kerja keras, dan semangat kompetitif di tengah persaingan dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara.

Perjuangan belum berakhir. Dengan pertandingan yang masih terus bergulir di berbagai arena, kontingen Indonesia masih memiliki kesempatan untuk menambah koleksi medali dan memperbaiki posisi di klasemen sementara Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *