Surabaya, 17 September 2026 — Kasus demam dan influenza tipe A di Kota Surabaya dilaporkan meningkat dalam sepekan terakhir, seiring memasuki periode pergantian cuaca Agustus-September. Sejumlah rumah sakit mencatat lonjakan kunjungan pasien, dengan ruang rawat inap anak di beberapa fasilitas kesehatan dilaporkan terisi penuh akibat membanjirnya pasien flu.
Direktur Utama RS Husada Utama Surabaya, dr. Didi D. Dewanto, Sp.OG, mengungkapkan bahwa pasien anak-anak mendominasi kasus influenza yang ditangani di rumah sakitnya sejak sepekan terakhir.
“Kasusnya memang meningkat, sejak satu minggu ini. Tempat saya pediatric ward, ruang anak penuh,” katanya, Selasa (15/9).
Kabar peningkatan kasus ini sempat menimbulkan kabar simpang siur di media sosial yang menyebut rumah sakit di Surabaya penuh sesak oleh pasien influenza A. Kabar tersebut dibantah oleh salah satu direktur rumah sakit swasta di Surabaya, yang membenarkan adanya kenaikan pasien namun menegaskan kondisinya belum sampai penuh dan diagnosis pasien yang masuk beragam, tidak didominasi flu semata.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, memastikan pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan Kota Surabaya tetap berjalan normal di tengah laporan kenaikan kasus tersebut. Pihaknya menyebut terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan rumah sakit maupun puskesmas terkait kesiapan tempat tidur dan tenaga kesehatan.
“Fasilitas kesehatan kami siap. Rumah sakit tetap memprioritaskan pasien yang membutuhkan penanganan medis, terutama dalam kondisi gawat darurat,” ujar dr. Billy, Selasa (15/9).
Ia menambahkan bahwa peningkatan kasus demam dan influenza tersebut masih tergolong wajar dan dipengaruhi oleh perubahan cuaca serta meningkatnya aktivitas masyarakat. Pasien dengan gejala ringan pada umumnya dapat ditangani melalui rawat jalan, sementara rawat inap diprioritaskan bagi pasien dengan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, seperti gangguan pernapasan berat.
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Michael Leksodimulyo, mengingatkan warga untuk mewaspadai gejala awal influenza A maupun demam berdarah dengue yang sama-sama meningkat pada periode ini. Menurutnya, keluhan panas menjadi gejala awal yang perlu diperhatikan, terutama pada anak-anak yang tiba-tiba menolak makan dan minum.
Data Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Kota Surabaya turut menunjukkan lonjakan signifikan pada Agustus 2026, dengan 40.539 kasus atau naik sekitar 63,5 persen dibandingkan Juli, menjadikannya bulan dengan jumlah kasus ISPA tertinggi sepanjang Januari-Agustus tahun ini.
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir, turut meminta Dinkes Surabaya memperketat pemantauan dan langkah pencegahan penyebaran influenza, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita komorbid.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turut memantau perkembangan kasus ini, menyebut adanya beberapa titik kenaikan influenza di wilayah Jawa Timur yang tengah dikaji lebih lanjut oleh jajaran Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes. Ia menegaskan bahwa dengan penanganan medis standar, influenza A pada umumnya dapat ditangani secara efektif.
Kementerian Kesehatan memastikan belum ada lonjakan khusus kasus influenza A secara nasional, meski tren peningkatan influenza menjelang akhir tahun merupakan pola musiman yang lazim terjadi. Kasus yang terdeteksi mayoritas dialami kelompok usia 0-4 tahun.
Masyarakat diimbau menjaga daya tahan tubuh, menerapkan pola hidup sehat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala berat seperti demam tinggi berkepanjangan atau gangguan pernapasan.
Waspada bukan berarti panik, kenali gejala, jaga kesehatan bersama.
