Cilegon, 21 Oktober 2026 — Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi milik PT ASDP Indonesia Ferry terbakar di perairan Selat Sunda saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Selasa sore (20/10/2026). Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dan tidak ada korban jiwa, namun 21 orang dilaporkan terluka, lima di antaranya dilarikan ke rumah sakit.

KMP Batumandi bertolak dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, pukul 14.52 WIB. Api mulai terlihat sekitar pukul 16.00–16.15 WIB saat kapal berada di sekitar Pulau Merak Besar, tepatnya di belakang Pulau Kecil Merak, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Banten menerima laporan dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak pukul 16.24 WIB.

420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Kapolda Banten, Irjen Pol Hendra Kurniawan, menyebut berdasarkan manifes terdapat 420 penumpang, terdiri atas 393 orang di dalam kendaraan dan 27 pejalan kaki. Kapal juga mengangkut 89 kendaraan dan 40 awak kapal, menurut data ASDP yang dikutip Faktabanten.

Dalam video yang beredar, asap hitam tebal membubung dari kapal, dan penumpang terlihat berebut keluar dengan mengenakan pelampung. Seorang penumpang dalam video meminta doa agar semua selamat.

“Mohon doanya semoga seluruh penumpang selamat,” ujar penumpang tersebut.

Sejumlah penumpang diturunkan dengan tali, dan Kompas melaporkan ada penumpang yang nekat melompat ke laut saat api membesar. Evakuasi dibantu kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi, kapal tunda, kapal penyeberangan, serta Basarnas, BPBD, Ditpolairud Polda Banten, dan Bea Cukai. Menurut keterangan tertulis yang dikutip Tempo, KMP Royce 1 melaporkan pukul 16.56 WIB bahwa seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi telah dievakuasi ke kapal tersebut. Para penumpang kemudian ditampung di Dermaga 6 Eksekutif Merak untuk pendataan.

ASDP Minta Maaf

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyampaikan permohonan maaf dalam konferensi pers di Pelabuhan Merak. Ia memastikan 420 penumpang berhasil dievakuasi, sebagian telah dipulangkan ke rumah masing-masing dengan difasilitasi ASDP, dan perusahaan siap menanggung kerugian.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam,” kata Heru.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyatakan perusahaan mendukung pemeriksaan pihak berwenang dan akan menyampaikan perkembangan secara berkala. Mengenai penyebab kebakaran, ASDP masih menunggu hasil penyelidikan.

Pemerintah Turun Tangan

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memimpin rapat koordinasi di Kantor ASDP Merak. Gubernur Banten Andra Soni meninjau titik evakuasi di Dermaga Eksekutif dan menegaskan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama.

Penyebab Belum Pasti, Usia Armada Disorot

Berdasarkan laporan awal VTS Merak yang dikutip Tempo, api diduga berasal dari kamar mesin. Namun laporan lain menyebut percikan api pertama terlihat di buritan, pada dek atas yang mengangkut kendaraan kecil. Hingga kini, penyebab pasti belum diumumkan resmi, dan Kementerian Perhubungan belum merilis rincian lengkap kejadian.

Insiden ini kembali menyorot kondisi armada penyeberangan. Menurut Tempo, berdasarkan data per 5 Oktober 2026, ASDP mengoperasikan 142 kapal dengan rata-rata usia sekitar 30 tahun.

Selamatnya seluruh penumpang menjadi kabar baik, namun kebakaran KMP Batumandi menuntut penyelidikan tuntas soal penyebab dan kelayakan keselamatan kapal di lintasan tersibuk Indonesia ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *