
Jombang, 12 September 2026 — Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menyelenggarakan pelatihan Pesantren Leadership Academy: “Membangun Santri Pemimpin yang Visioner” di Pondok Pesantren Baitussalam, Jombang, pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 19.00–22.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengabdian UNESA dalam memberikan penguatan kapasitas kepemimpinan kepada santri agar mampu menjadi generasi yang visioner, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Program Pesantren Leadership Academy sendiri dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai kepemimpinan Islam dengan keterampilan kepemimpinan modern melalui pembelajaran teori dan praktik.
Kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Baitussalam, Jl. Baitussalam No. 01, Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61475 tersebut diikuti oleh para santri sebagai peserta pelatihan. Lokasi kegiatan merupakan mitra dalam program PKM UNESA yang berlokasi di Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Alamat pesantren juga tercatat dalam data Pemerintah Kabupaten Jombang sebagai PP. Baitussalam, Jln. Baitussalam, Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno.
Pelatihan ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan pengembangan kepemimpinan santri yang lebih sistematis, inovatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Berdasarkan rancangan program PKM, pembinaan kepemimpinan di pesantren masih perlu diperkuat melalui program yang terstruktur, khususnya dalam aspek kepemimpinan berbasis teknologi, komunikasi, pengambilan keputusan, penyelesaian masalah, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Oleh karena itu, Pesantren Leadership Academy hadir sebagai wadah pembelajaran yang tidak hanya memberikan pemahaman konseptual, tetapi juga mendorong santri untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan melalui aktivitas yang bersifat praktis dan partisipatif.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan Islami, kepemimpinan visioner, pengambilan keputusan, komunikasi, dan penyelesaian masalah. Program ini juga dirancang menggunakan berbagai aktivitas seperti diskusi interaktif, simulasi kepemimpinan, role-playing, hingga penerapan kepemimpinan dalam proyek nyata. Melalui kegiatan tersebut, santri diharapkan mampu berpikir kritis dan strategis, mengambil keputusan secara bijaksana, membangun komunikasi yang efektif, serta memiliki keberanian untuk menjadi penggerak perubahan di lingkungan pesantren maupun masyarakat.
Melalui pelatihan yang berlangsung selama tiga jam tersebut, UNESA bersama Pondok Pesantren Baitussalam berupaya menciptakan ruang belajar yang dapat memperkuat potensi kepemimpinan santri. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi dapat dilanjutkan melalui penerapan keterampilan kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Pesantren Leadership Academy menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun generasi santri yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan, tetapi juga visioner, adaptif, inovatif, komunikatif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Tujuan tersebut sejalan dengan rancangan PKM yang menargetkan terbentuknya santri yang memiliki visi luas dan mampu menghadapi tantangan kepemimpinan di dunia nyata.
