
Ponorogo, 27 Agustus 2026 — MAN 1 Ponorogo menggelar kegiatan Parenting Kelas XI dan CIBI dengan tema “Membangun Kepercayaan Diri dan Mental Tangguh Anak di Era Teknologi Digital” pada Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Mugio Langgeng, Jalan Seloaji, Krajan, Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo.
Kegiatan parenting ini diikuti oleh siswa kelas XI bersama orang tua atau wali. Acara diawali dengan registrasi peserta, pembagian seminar kit, serta rangkaian ceremonial yang meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa, sambutan Kepala Madrasah, hingga prosesi pengukuhan Forum Paguyuban Wali Murid.

Memasuki sesi utama, Dr. Mufarrihul Hazin, S.Pd.I., M.Pd. hadir sebagai narasumber untuk memberikan materi parenting kepada para orang tua dan siswa. Sesi pemaparan materi berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.30 WIB dengan didampingi moderator Ning Rumantiningsih, S.Psi.
Dalam kegiatan tersebut, pembahasan diarahkan pada berbagai tantangan yang dihadapi anak di tengah perkembangan teknologi digital. Salah satu perhatian utama adalah penggunaan gadget dan media sosial yang dapat memengaruhi perkembangan anak, termasuk munculnya perbandingan sosial, rasa tidak percaya diri, kecanduan gadget, hingga risiko cyberbullying.
APA MANFAAT YANG DI PEROLEH?
Melalui materi yang diberikan, orang tua juga didorong untuk membantu anak mengenali kelebihan dan potensinya. Pemberian apresiasi terhadap proses, menghindari kebiasaan membandingkan anak dengan orang lain, serta memberikan kesempatan kepada anak untuk mengambil keputusan dan bertanggung jawab menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan diri.

Selain kepercayaan diri, kegiatan parenting turut menekankan pentingnya membangun mental tangguh atau resiliensi pada anak. Anak perlu dibiasakan menghadapi kegagalan dan kekecewaan, menyelesaikan masalah secara bertahap, memiliki sikap pantang menyerah, serta mengembangkan pola pikir positif dan growth mindset.
Peran orang tua menjadi salah satu bagian penting dalam menghadapi tantangan tersebut. Orang tua diharapkan dapat menjadi teladan dalam menggunakan teknologi, membangun komunikasi terbuka dengan anak, membuat aturan penggunaan gadget secara konsisten, serta mendampingi anak ketika menggunakan internet. Keseimbangan antara aktivitas digital dengan aktivitas fisik, sosial, dan keluarga juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.

Hubungan yang baik antara orang tua dan anak juga ditekankan melalui kebiasaan mendengarkan tanpa menghakimi, melakukan validasi terhadap emosi anak, memberikan batasan dengan kasih sayang, serta menciptakan suasana rumah yang aman bagi anak untuk bercerita.
Sebagai tindak lanjut, kegiatan dilanjutkan dengan Deklarasi Orang Tua Gerakan Bijak Menggunakan Gadget. Deklarasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran orang tua dalam mendampingi penggunaan teknologi oleh anak.

Melalui kegiatan parenting ini, MAN 1 Ponorogo berupaya memperkuat sinergi antara madrasah, siswa, dan orang tua dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Pendampingan keluarga diharapkan dapat membantu siswa memiliki kepercayaan diri, mental yang tangguh, serta kemampuan menggunakan teknologi secara bijak.
