BONDOWOSO — Program International Community Development (ICD) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di kawasan Ijen, Kabupaten Bondowoso, resmi memasuki tahap penutupan. Meski program pendampingan berakhir, semangat pemuda untuk mengembangkan potensi lokal melalui teknologi digital diharapkan terus berlanjut.
Salah satu fokus ICD UNESA adalah pendampingan pemuda Desa Kalianyar dalam penguatan pemasaran digital produk lokal. Pendampingan lanjutan yang dilaksanakan pada 20–21 Juli 2026 membekali peserta dengan keterampilan membuat konten kreatif, fotografi produk, video promosi, branding, serta pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar.
Ketua Pelaksana ICD UNESA, Dr. Mufarrihul Hazin, M.Pd., mengatakan bahwa penutupan program bukan berarti berakhirnya proses pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan ICD justru diukur dari kemampuan masyarakat untuk melanjutkan pengetahuan dan inovasi secara mandiri setelah pendampingan selesai.
“ICD boleh berakhir sebagai program, tetapi semangat dan gerakannya tidak boleh berhenti. Masyarakat harus semakin mandiri dan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.”
Sebagai bagian dari keberlanjutan, UNESA menyerahkan modul pelatihan kepada Kelompok Inovasi Teknologi Inisiasi Lanjutan. Modul tersebut diharapkan menjadi referensi bagi pemuda dalam mengembangkan konten, mengelola media sosial, memperkuat branding, dan memasarkan produk lokal secara lebih konsisten.
Pendampingan ini sejalan dengan SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya dalam mendorong pemuda menjadi pelaku ekonomi produktif. Sementara penguatan kapasitas digital, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari kontribusi terhadap SDGs 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Dengan berakhirnya ICD, UNESA berharap pemuda Ijen mampu menjadi penggerak ekonomi lokal dan terus membangun jejaring dengan pemerintah, komunitas, dunia usaha, serta berbagai pihak lainnya. Potensi produk lokal diharapkan tidak hanya dipasarkan di lingkungan sekitar, tetapi dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui strategi digital.
ICD UNESA boleh ditutup, tetapi semangat inovasi pemuda Ijen harus terus menyala. Dari Kalianyar, teknologi, kreativitas, dan potensi lokal diharapkan menjadi kekuatan baru untuk membangun ekonomi desa yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.
